September 19, 2015

Diabetes Tipe 2



diabetes tipe 2
Setelah beberapa waktu yang lalu kami sempat membahas mengenai diabetes tipe 1. Maka pada kesempatan kali ini kami hendak melanjutkan pembahasan mengenai diabetes tipe 2. Seperti yang diketahui diabetes tipe 2 atau (non-insulin-dependent diabetes melitus/NIDDM) atau diabetes onset dewasa merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa yang tinggi. Penyakit diabetes ini kebalikan dari diabetes tipe 1, dimana jika diabetes tipe 1 disebabkan rusaknya sel islet di pankreas.

Penderita diabetes tipe 2 jauh lebih banyak dibandingkan dengan penderita diabetes tipe 1 dengan jumlahnya yang mencapai 90% dari seluruh kasus diabetes. Sisanya yang 10% merupakan diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang dapat terkena diabetes. Namun kegemukan diduga menjadi penyebab utama diabetes tipe 2 ini.

Lebih jelasnya silahkan baca artikel berikut : perbedaan diabetes tipe 1 dengan diabetes tipe 2 

Di tahun 2010, diperkirakan ada 285 juta orang yang mengalami penyakit ini. Angka ini melonjak drastis dalam kurun waktu 20 tahunan yang semula “hanya” 30 juta orang pada tahun 1985. Komplikasi jangka panjang pun ikut menghantui penyakit diabetes tipe 2 ini seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, penglihatan yang semakin memburuk.

Berbeda halnya dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 ini tidak menunjukkan gejala yang khusus. Hanya gejala-gejala umum yang sering dijumpai. Namun dibalik itu semua ancaman penyakit komplikasi ikut menghantui jika tidak mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat.

Komplikasi Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang berhubungan dengan harapan hidup sepuluh tahun lebih pendek. Hal ini disebabkan berbagai komplikasi yang timbul akibat penyakit diabetes tipe 2 ini. seperti yang dijelaskan oleh situs Wikipedia. Bahwa seseorang yang terkena diabetes tipe 2, maka ia akan memiliki dua sampai empat kali lipat resiko penyakit kardiovaskular, antara lain penyakit jantung dan stroke. Kemudian memiliki kemungkinan 20 kali lipat untuk amputasi tungkai bawah.

Di negara-negara maju, diabetes tipe 2 ini bisa menjadi penyebab utama kebutaan non-traumatik dan gagal ginjal. Penyakit ini juga banyak dihubungkan dengan disfungsi kognitif dan demensia melalui proses penyakit seperti penyakit Alzheimer dan demensia vascular. Komplikasi lain yang dapat timbul adalah disfungsi seksual, akantosis nigrikans, dan infeksi.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab dari penyakit ini adalah pankreas yang tidak menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Penyebab secara luas masih belum diketahui secara pasti, hanya beberapa petunjuk yang dapat dijadikan petunjuk seperti obesitas dan genetik.

Di Inggris, 2-3 dari 100 penderita tidak mengetahui penyebab diabetes yang mereka alami sehingga disebut dengan missing million – penderita tanpa sebab.

Gaya hidup

Kegemukan menjadi penentu seseorang dapat terkena penyakit diabetes tipe 2 atau tidak. Walaupun kembali lagi bahwa kegemukan bukan menjadi penyebab pastinya. Namun banyak penderita diabetes tipe 2 mengalami obesitas atau kegemukan.

Kelebihan lemak di tubuh dikaitkan dengan 30% kasus diabetes dpada pasien keturunan China dan Jepang, 60-80% kasus pada pasien keturunan Eropa dan Afrika, dan 100% kasus pada pasien Indian Pima dan Kepulauan Pasifik.

Faktor diet juga dapat menjadi sebab seseorang terkena penyakit diabetes tipe 2 ini. Jadi bukan hanya mereka yang mengalami obesitas saja, orang yang sedang diet pun dapat terkena diabetes jika diet yang mereka lakukan benar-benar tidak sesuai aturan.

Genetik

Sebagian besar kasus diabetes melibatkan banyak gen yang masing-masing turut menyumbangkan kemungkinan kecil seseorang dapat terkena diabetes tipe 2. Hingga tahun 2011, lebih dari 36 gen diketahui dapat memberikan pengaruh terhadap munculnya resiko diabetes tipe 2 ini.

Gabungan semua gen tersebut hanya memberikan kontribusi sebesar 10% saja dari seluruh komponen kerutunan dari penyakit ini. seperti yang dijelaskan pada situs wikipedia, alel TCF7L2 meningkatkan resiko timbulnya diabetes sebesar 1,5 kali lipat dan merupakan resiko terbesar varian genetik yang sering dijumpai.

Pada kasus kembar identik, jika salah satu terkena penyakit diabetes maka peluang terjangkit penyakit ini mencapai 90%, sedangkan untuk kembar namun tidak indentik hanya berkisar 25-50% saja.

Apa yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit diabetes tipe 2 ini?

mencegah diabetes

Setidaknya ada 2 hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari penyakit ini, yaitu gaya hidup dan obat-obatan

Mulai dengan Gaya Hidup yang Sehat   

Gaya hidup sehat sangat penting untuk menunjang kesehatan kita, sekaligus juga sebagai bentuk pencegahan dari berbagai penyakit khususnya diabetes. Lalu bagaimana gaya hidup sehat itu?

Pertama periksa kembali makanan yang anda konsumsi setiap hari. Apakah mengandung banyak gula? Jika iya, maka mulai hari ini anda bisa menguranginya. Tidak perlu sampai menghilangkannya karena pastinya akan susah, sudah menjadi kebiasaan.

Kemudian kurangi makan-makanan yang mengandung karbohidrat. Bagi kebanyakan orang Indonesia makan tanpa nasi seperti tidak makan. Padahal jika terlalu banyak mengonsumsi nasi juga tidak baik. Seperti kasus seseorang makan mie instan dengan nasi. Itu patut dihindari. Jika memang terpaksa sebaiknya jangan dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu singkat.

Perbanyak sayur dan buah sebagai penambah serat di dalam tubuh. Dengan terpenuhinya kebutuhan serat di dalam tubuh maka tubuh kita pun akan sehat. Anda dapat mencari resep masakan sayur di internet ataupun di majalah sebagai panduan anda memasak.

Selain itu olahraga juga penting. Luangkan waktu anda 30-60 menit untuk olahraga. Akan lebih baik sebelum anda beraktivitas karena dapat membantu memperbagus kondisi tubuh di saat beraktivitas kantor.

Apakah anda malas berolahraga? Ajak keluarga, teman, ataupun kenalan anda untuk olahraga bersama. Tentu itu dapat menambah semangat untuk berolahraga. Jika ingin hidup sehat tentu harus ada pengorbanan. Bukan hanya anda akan terhindar dari diabetes, penyakit lain juga akan pergi jauh jika anda rutin berolahraga.

Obatan-obatan Penurun Kadar Gula

Untuk penderita diabetes, tersedia beberapa obat penurun kadar gula. Metformin umumnya dianjurkan digunakan sebagai terapi lini pertama karena terbukti dapat menurunkan mortalitas.

Fungsi metformin adalah dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan dari hati kea liran darah. Selain itu membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. Obat ini sering disarankan menjadi obat pertama  kepada penderita diabetes tipe 2. Obat ini tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Namun namanya kimia tentu memiliki efek samping. Efek samping yang dapat terjadi adalah mual dan diare. Para dokter tidak menyarankan obat ini jika diketahui pasien menderita masalah ginjal.

Obat lain yang dapat digunakan antara lain sulfonylurea, penghambat alpha glucosidase, nonsulfonylurea secretagogue, glucagon-like peptide-1 analog, thiazolidinedione, dan penghambat  dipeptidyl peptidase-4.

Pada umunya pasien diabetes tidak membutuhkan insulin untuk awal pengobatan. Apabila memang digunakan, maka biasanya insulin jangka panjang ditambahkan pada malam hari, dengan tetap mengonsumsi obat-obatan seperti biasa. Kemudian dosis dari insulin ditingkatkan untuk memberikan pengaruh.