September 16, 2015

Tumbuhan Jali Untuk Penyembuhan Diabetes



tumbuhan jali
Apakah anda pernah mendengar tumbuhan bernama jali? Apakah anda baru kali ini mendengar nama tersebut? padahal jali ini dapat kita jumpai di pasar-pasar tradisional dan sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan tubuh kita. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya hendak membahas mengenai tumbuhan jali ini. sangat menarik karena mengingat hanya segelintir orang saja yang mengetahui akan tumbuhan ini.


Jali atau yang dikenal dengan bahasa latin Coix lacryma-jobi L merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian tropika dari suku padi-padian. Tumbuhan ini berasal dari Asia Timur dan Malaya. Namun sekarang dapat dijumpai diberbagai negara karena sudah tersebar merata. Saat ini digunakan sebagai tanaman pertanian biji-bijian minor di seluruh daerah tropik dan sedang, terutama di India, China, Filipina, Thailand, Malaysia, dan daerah Mediterania.

Secara Botani, Jali dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom              : Plantea
Divisio                  : Magnoliophyta
Subdivisio            : Spermatophyta
Klas                      : Liliopsida
Ordo                      : Poales
Famili                    : Poaceae
Genus                   : Coix
Species                 : Coix Lacryma-jobi

Beberapa varietas dari tumbuhan ini memiliki biji yang dapat dikondumsi dan dijadikan sebagai sumber karbohidrat. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli menyatakan bahwa tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai obat.

Pertumbuhan optimal akan diperoleh melalui budidaya pada lahan bertanah liat, pasir atau vulkanis dengan kandungan unsure hara tinggi. Ketinggian lahan untuk mencapai hasil optimal adalah antara 500 sampai dengan 700 m dpl (dibawah permukaan laut). 

Lahan untuk budidaya jali memerlukan pengolahan ringan. Penanamannya dilakukan dengan cara membuat larikan untuk menaruh biji, kemudian biji jali di letakkan di dalam larikan tersebut dan ditimbun. Bisa pula dilakukan dengan cara penugalan. Jarak tanam tumbuhan ini 25 x 75 cm. populasi tanaman ini dapat mencapai 50.000 rumpun perhektarnya. Dengan melihat syarat tumbuh jali diatas maka Indonesia sebagai negara agraris tropika sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat budidaya jali.

Ciri dari tumbuhan ini adalah batangnya yang tegak dan besar dengan tinggi 1-3 m.Tumbuhan jali ini merupakan rumpun setahun, rumpunnya banyak. Letak daunnya berselang-seling helaian daunnya berbentuk pita dengan ukuran daunnya 8-100 x 1,5-5 cm, pangkalnya memeluk batan dengan ujungnya yang runcing, kemudian tepinya rata. Akarnya kasar dan sulit untuk dicabut.

Bunganya keluar dari ketiak daun, dan ujung percabangan berbentuk bulir. Untuk buahnya sendiri berbentuk bulat lonjong seperti beras. Pada varietas ma-yuen berwarna putih/biru-ungu dan memiliki kulit keras ketika sudah tua. Diameter bijinya hanya sekitar 7 mm. untuk biji jali jenis batu memiliki kulit yang sangat tebal dan keras. Warnanya abu-abu kehitaman, biru sampai putih. Permukaan kulit biji licin mengkilap. Hal ini menyebabkan biji jali batu banyak digunakan sebagai gelang, kalung, dan tasbih dengan cara dirangkai.

Secara umum tumbuhan ini ada dua macam, yaitu varietas yang dibudidayakan dan varietas liar

1.       Varietas ma-yuen
Jenis ini adalah jenis yang dapat dibudidayakan dan memiliki peranan penting sebagai sumber pangan dan obat tradisional khususnya Chinese Medicines. Jenis ini memiliki cangkang yang tipis dan mudah dipecahkan sehingga mudah untuk mendapatkan bijinya yang dijadikan sebagai bahan makanan. Jenis ini memiliki sedikit variasi, misalnya jali beras dan jali ketan.

2.       Varietas lacryma-jobi
Jenis ini adalah liar dan sering dianggap sebagai gulma. Tumbuha ini sangat mudah sekali tumbuh secara liar. Tumbuhan ini memiliki cangkang yang sangat keras bagaikan batu, sangat sulit dipecahkan. Biasanya biji dari tumbuhan ini dijadikan sebagai manic-naik kalung. Tinggi dari tanaman ini hanya sekitar 1 m dengan jumlah tanaman dalam tiap rumpunnya mencapai belasan individu.

kandungan jali

Manfaat dari Tumbuhan Jali

Jika kita sudah belajar secara mendetail mengenai tumbuhan jali. Maka kita beranjak pada manfaat yang diberikan tumbuhan ini. Apa saja manfaat yang dapat diberikan?

Varietas ma-yuen  yang mudah untuk dikuliti dan memiliki biji yang besar dapat dimakan sama seperti halnya kita makan beras, dimakan secara sendirian ataupun dicampur dengan beras. Terserah anda intinya biji tersebut dapat dikonsumsi. Di Malaysia sendiri, biji jali dipanggang terlebih dahulu sebelum dikuliti untuk dijasikan sebagai havermout dan kue. Jika menginginkan campuran yang bagus untuk pembuatan roti jali dapat dicampurkan dengan gandum. Komposisi dari jali sendiri 30% dan gandum 70%.

Di negara Thailand, jali kerap dijadikan sebagai sub ataupun makanan camilan karena rasanya yang segar dan manis. Di kawasan selain Asia biji jali ini biasanya digunakan untuk pakan ternak terutama kuda dan sapi. Bukan hanya berhenti sampai pada bijinya saja. Bagian lain dari tumbuha ini juga berguna bagi kesehatan. Di India sendiri akar dan bagian tumbuhan lainnya digunakan sebagai ramuan utnuk mengatasi masalah menstruasi. Rebusan akarnya digunakan sebagai obat cacing di negara China dan Gonorrhoea di Filipina.

Bahan kimia yang terkandung di dalam buah jali antara lain lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin B1. Biji jali sendiri mengandung asam amino, coixenolide, coicin, coixol. Sementara kandungan dari daunnya adalah mengandung alkaloid. Untuk akarnya sendiri mengandung asam stearat stigmasterol, asam palmitat, potassium chloride, tajin, vitamin B1, glukosa, coixol, serta phytin.

Penyakit yang dapat disembuhkan dengan biji jali antara lain :

Kanker lambung, paru-paru, dan mulut rahim
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih biji jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 15-60 gr. Kemudian rebus dengan 6 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tunggu dingin dan silahkan diminum. Aturan pakainya minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

Rematik
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih biji jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 50 gr. Kemudian rebus dengan 6 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tunggu dingin dan silahkan diminum. Aturan pakainya minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

Air kencing sedikit
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih akar jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 30 gr. Kemudian rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tunggu dingin dan silahkan diminum. Aturan pakainya minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

Beri-beri
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih akar jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 25 gr. Kemudian rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tunggu dingin dan silahkan diminum. Aturan pakainya minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

Sakit kuning
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih akar jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 30 gr. Kemudian rebus dengan 6 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tunggu dingin dan silahkan diminum. Aturan pakainya minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas

Sesak karena batuk, demam, dan radang paru-paru
Cara penggunaannya adalah dengan mencuci bersih akar jali yang sudah dikeringkan sebelumnya sebanyak 10-15 gr. Kemudian rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tunggu dingin dan ketika meminumnya bisa menambahkan 1 sendok madu. Aturan pakainya minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas

Manfaat Biji Jali Untuk Penderita Diabetes

Baru-baru ini ditemukan hasil bahwa bubur jali dapat membantu pasien diabetes untuk sembuh dari penyakitnya. Lengkapnya silahkan simak artikel di bawah ini

Peneliti Indonesia dari tim dosen fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta kita sedang meneliti khasiat yang terkandung di dalam biji jali. Dimana kandungan tersebut dipercaya dapat mengontrol gula darah.

Dr Nanny Djaja. MS Sp GK selaku perwakilan tim peneliti mengemukakan bahwa ide ini diambil dari keprihatiannya terhadap kepopuleran tumbuhan tersebut. Kepopuleran tumbuhan ini sedang menurun, padahal menurut beliau biji jali memiliki beragam manfat bagi kesehatan.

“Sebelum masa kemerdekaan biji jali sudah merupakan salah satu makan yang popular dan digemari masyarakat. Namun untuk sat ini hanya sedikit orang yang mengetahui biji jali ini, katanya usai acara Awarding Nutrifood Research Grant 2015 di Jakarta

Dokter spesialis gizi ini juga menambahkan bahwa kandungan protein dalam biji jali lebih tinggi dari beras. Dan yang perlu anda ketahui, sebelum melakukan riset, beliau sudah melakukan uji coba terhadap 30 pasien penderita diabetes di rumah sakir Atmajaya dengan pemberian bubur jali. Hasilnya terjadi penurunan kadar gula darah pada tubuh pasien. Sungguh menakjubkan bukan. Kita tentunya menanti hasil dari penelitian lebih lanjut tersebut.