June 13, 2016

Hal-Hal Penting Yang Berkaitan dengan Diabetes Gestasional



Yang Berkaitan Dengan Diabetes Gestasional
Selain dapat diderita oleh anak-anak dan orang dewasa, diabetes juga dapat menyerang perempuan terkhusus mereka yang sedang hamil. Jika dalam keadaan hamil gula darah mereka tinggi, maka akan beresiko terkena diabetes gestasional. Namun, umumnya setelah melahirkan kondisi gula darah akan kembali normal. Tentu harus dilakukan pengawasan setelah melahirkan, karena sebelumnya telah terkena diabetes gestasional.


Nah, ada hal-hal yang penting berkaitan dengan diabetes gestasional. Berikut saya rangkum dari berbagai sumber :

1.    Tidak melulu keturunan

Siapa bilang diabetes gestasional berasal dari keturunan. Itu bukanlah faktor utama, dalam artian belum tentu mereka yang memiliki keturunan diabetes khususnya wanita, jika hamil akan langsung terkena diabetes gestasional.

Ada banyak penyebab seorang ibu hamil dapat terkena diabetes seperti riwayat pernah melahirkan bayi dengan berat badan yang berlebih, sulit memiliki anak, (baru selang bertahun-tahun baru punya anak), terjadinya resistensi insulin yang dipicu dari janin yang dikandungnya.

Umumnya penanganan untuk diabetes gestasional dilakukan dengan cara suntik insulin. Hal ini dianggap lebih aman untuk kedua pihak (ibu dan anak). Meskipun ada yang memiliki pendapat berbeda, bahwa penggunaan obat oral dapat digunakan untuk ibu hamil. Semua itu tergantung keputusan ibu hamil yang bersangkutan.

2.    Tidak memiliki gejala khusus

Umumnya kita mengetahui bahwa jika seseorang terkena gejala diabetes, maka orang tersebut akan memiliki beberapa gejala seperti sering mudah haus, lapar, dan buang air kecil dalam jumlah banyak.

Namun, patokan ini tidak bisa digunakan pada ibu hamil. Karena memang pada kondisi ibu hamil, mereka akan mudah lapar, haus dan sering pipis. Untuk mengetahui secara pasti apakah ibu hamil mendapatkan diabetes gestasional adalah dengan melakukan skrining toleransi gula darah. Hal ini dilakukan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu.

3.    Beresiko melahirkan bayi dengan berat badan diatas normal
Jika ibu hamil mendapatkan diabetes gestasional di dalam tubuhnya, maka akan ada kemungkinan dia melahirkan bayi dengan berat badan di atas normalnya bayi. Hal ini disebabkan kadar gula dalam ibu berlebih sehingga bayi mendapatkan asupan energi berupa karbohidart juga dalam jumlah banyak sehingga berat badannya akan bertambah.

4.    Melahirkan bayi yang memiliki resiko hipoglikemia
Pada ibu yang mengidap diabetes gestasional, maka bayinya akan di observasi terlebih dahulu di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Pada saat lahir, bayi tersebut memiliki gula darah normal, namun insulin di dalam tubuh bayi tersebut masih terlalu tinggi, hal ini rawan beresiko terjadinya hipoglikemia.

Untuk menangani hal tersebut, maka bayi yang memiliki kondisi seperti disebutkan diatas akan diinfus cairan gula selama 5 hingga 7 hari. Hal tersebut dilakukan guna menaikkan kadar gula darah si bayi hingga insulin bisa menyesuaikan masuknya gula dari ASI si ibu.

Menurut Prof Augus, bayi yang lahir dengan berat badan di atas normal maka kemungkinan memiliki kekurangan di bagian organ pankreas hampir 90%. Jadi organ pankreas si bayi tidaklah sempurna seperti yang dimiliki oleh bayi yang lain.

5.    Si ibu juga rentan terkena diabetes kembali usai melahirkan
Studi yang dilakukan Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health dan Human Development di US National Institutes of Health menjelaskan bahwa ibu yang memiliki kenaikan berat badan sebesar 5 kg berpotensi 40 kali lebih besar beresiko terkena diabetes tipe 2,  jika sebelumnya si ibu terkena diabetes gestasional.


Sekarang kita mengetahui bahwa diabetes gestasional besar kemungkinannya bisa berlanjut ke diabetes tipe 2. Dan sangat erat kaitannya dengan berat badan dan bagaimana tubuh menyimpan lemak. Untuk itu disarankan bagi ibu hamil untuk bisa menjaga kesehatan tubuhnya, antara lain dengan cara menjaga asupan makanan dan melakukan pengecekan rutin gula darah. Dan tidak kalah penting setelah melahirkan si ibu disarankan jalan-jalan pagi atau jogging kurang lebih 30 menit setiap harinya.