June 8, 2016

Seorang Ayah Nekat Gantung Diri Disebabkan Penyakit Diabetes Yang Tidak Kunjung Sembuh


Nekat Gantung Diri Hanya Karena Diabetes
Sumber Gambar : ahsanfile.com

Ketika membaca berita ini miris hati saya. Kok ada ya orang seperti ini. Bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan. Apakah orang ini tidak berpikir sampai sejauh itu? Apakah orang ini hanya berpikir mengenai dirinya.


Sebenarnya jika mau berpikir, itu adalah ujian dari Allah Ta’ala untuk menguji hamba-Nya apakah sabar atau tidak. Ingat kisah Nabi Ayub yang dilanda sakit selama bertahun-tahun namun ia tetap sabar dalam cobaan tersebut. Seharusnya itu menjadi contoh bagi kehidupan kita semua agar melatih sabar.

Dalam berita tersebut tertulis inisial RT (60 tahun) yang nekat bunuh  diri dengan cara menggantungkan dirinya di rumah anaknya yang terletak di Desa Mbarue, Kecamatanbirubiru, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Saya tidak enak jika menyebut namanya karena yang bersangkutang sudah meninggal.


Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal. Beliau diketahui sudah mengidap beberapa penyakit seperti diabetes, ginjal, dan paru-paru. Dan penyakit tersebut sudah bersarang selama 2 tahun terakhir ini.

Diduga kuat karena penyakit inilah, RT nekat mengakhiri hidupnya. Hal itu dilakukan setelah ia keluar dari rumah sakit. Ketika cucunya hendak melihat kakeknya. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat kakeknya sudah terbujur kaku dalam tali gantungan di kamar. Sontak, anak tersebut memberitahu keluarga yang lain perihal hal ini.

Tidak lama setelah itu polsek Birubiru datang ke lokasi kejadian dan langsung olah TKP dan selanjutnya melakukan visum pada jenazah tersebut. Dan hasilnya menunjukka bahwa tidak ada tanda kekerasan di tubuhnya.

Saat diwawancarai mengenai korban, para keluarganya mengakui bahwa RT sudah lama mengidap beberapa penyakit dan itu sudah dialaminya 2 tahun yang lalu.


Semoga info ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa tidak bisa begitu daja mengakhiri hidup ketika diuji dengan ujian berat. Karena jika kita mengakhiri hidup maka sama saja kita datang kepada murkanya Allah. Semoga kita semua terhindar akan hal tersebut. Dan jangan sampai terjadi pada keluarga ataupun saudara kita.